Monday, December 12, 2011

Aqidah Tauhid for Become People Quality

Nama : Lubi Nurzaman

NIM : 1211600066

Kelas : B Smester I Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Tugas Resume Aqidah Tauhid

Implikasi Aqidah Tauhid dalam Peningkatan Kualitas Kehidupan Masyarakat

Sesuai dengan fungsinya sebagai dasar agama, maka keberadaan aqidah sangat menetukan bagi ummat islam sebab dalam system teologi agama ini diyakini bahwa sikap, perbuatan dan perubahan yang terjadi dalam perilaku dan aktivitas seseorang sangat dipengaruhi oleh system teologi atau aqidah yang dianutnya.

Oleh karena itu apabila akidah tauhid yang dijalankan sesuai dengan ajaran islam maka akan meningkatkan kualitas kehidupan masayarakat karena akidah tauhid Sebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang yang merupakan bagian dari masyarakat, aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. Fungsi tersebut antara lain:

A. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan.

Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat, akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya, bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya.

Sementara bagi orang yang tidak memiliki akidah yang benar dan kuat tidak akan memilki keyakinan yang kuat, jiwanya akan menjadi gersang dan hampa, dan selalu diliputi keraguan dalam bertindak. Sehingga jika tertimpa sedikit cobaan dan rintangan, ia menjadi gelisah, keluh kesah, yang sering kali berakhir dengan putus asa, karena ia tidak memiliki pegangan batin yang kuat di luar kemampuanya.

B. Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan.

Disiplin dimaksud, seperti disebut oleh beberapa Ulama, adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku, termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya.

Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil, ia harus berdisplin. Tanpa dsiplin, tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama:

1. Disiplin dalam waktu. Artinya, tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah.

2. Disiplin dalam bekerja. Artinya, seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja, sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. Dan agar kerjanya berhasil baik, diperlukan sikap displin. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan.

C. Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja.

Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya, sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini:

1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran

Kepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Jadi, ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya.

2) Memiliki perhitungan (kalkulatif)

Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek, termasuk untung dan resikonya, dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional.

3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan.

Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. Sekali dia berniat, ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat, serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Dengan semangat semacam ini seorang muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif, dinamis, dan keratif dalam penanganan kerjanya, dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya.

Sedemikian pentingnya peran dan kontribusi aqidah bagi peningkatan kualitas hidup seorang muslim, hingga pemerhati masalah-masalah tauhid, Ismail Razi al-faruqi menyebut aqidah (tauhid) sebagai prinsip ekonomi Islam dalam bentuk etika produksi, etika distribusi dan etika konsumsi.

Individu merupakan bagian dari msyarakat dan masyarakat dibangun atas individu-individu, apabila individu-individu telah menjalankan aqidah tauhid sesuai dengan ajaran agama maka-maka akan melahirkan sebuah masayrakat yang berkualitas.

No comments:

Post a Comment